SILABUS
I. Identitas Mata Kuliah
1. Nama Mata Kuliah : Metodologi Studi Islam I
2. Fakultas/Jurusan : Ushuluddin/ Psikologi Islam
3. Kode/SKS : /2 SKS
4. Pengajar : Maizuddin, M.Ag.
II. Sinopsis Mata Kuliah
Mata kuliah Metodologi Studi Islam I ini memberikan pengetahuan serta pembahasan tentang hakikat studi Islam dan prinsip-prinsip Islam itu sendiri, serta aspek-aspek ajarannya secara komprehensif dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
III. Kompetensi
Setelah mengikuti perkuliahan satu semester, mahasiswa diharapkan mampu:
1. Mengetahui/memahami hakikat, tujuan, urgensi Islam/studi Islam dalam berbagai permasalahannya.
2. Memahami fungsi dan kedudukan Islam serta menggali Islam dari sumber ajarannya.
3. Menelaah Islam dalam berbagai dimensi
4. Mengaplikasikan ajaran Islam
IV. Indikator
Mahasiswa mampu:
1. Menjelaskan hakikat, tujuan, urgensi Islam/Studi Islam secara tepat dan dinamis.
2. Menjelaskan fungsi dan kedudukan serta peranan Islam dalam kehidupan sehari-hari
3. Menjelaskan prinsip ajaran Islam, menggali dan mengembangkannya sebagai perbendaharaan yang tak ternilai dan tak habis-habisnya
4. Menjelaskan seluruh aspek-aspek ajaran Islam secara utuh dan komprehensif
5. Mengaplikasikan prinsip-prinsip ajaran Islam sejalan dengan perkembangan zaman
V. Strategi Belajar
Dalam beberapa pokok bahasan perkuliahan disampaikan dalam bentuk presentasi dan ceramah. Di samping itu, peran aktif mahasiswa diusahakan, baik dalam bentuk penugasan-penugasan maupun tanya jawab dalam pokok bahasan yang dibicarakan.
VI. Pokok Bahasan
1. Pengantar:
a. Pengertian
b. Tujuan
c. Urgensi
d. Pendekatan
e. Pertumbuhan serta perkembangan studi Islam
2. Agama dan Peranannya dalam Kehidupan
a. Pengertian Agama dan Agama Islam
b. Tujuan Agama dan Tujuan Agama Islam
c. Peranan Islam dalam Kehidupan
d. Kedudukan dan Fungsi Agama Islam dalam Sistem Budaya dan Peradaban Modern
3. Potensi Islam dalam Kehidupan dan dalam Menjawab Tantangan Zaman
a. Al-Qur’an sebagai Sumber Dasar Nilai dan Norma dalam Islam
b. Al-Sunnah sebagai Dasar Operasional Nilai dan Norma dalam Islam
c. Ijtihad dengan berbagai metodenya sebagai Sumber Dinamika Nilai dan Norma dalam Islam
4. Aspek-Aspek Studi Islam
a. Dimensi Dasar Studi Islam: 1) Aqidah/Iman, 2) Syari’ah/Islam, 3) Akhlak/Ihsan
b. Aspek-Aspek Ajaran Islam:
1) Aspek Ibadah, Latihan Spritual dan Ajaran
2) Aspek Sejarah
3) Aspek Politik
4) Aspek Lembaga Kemasyarakatan
5) Aspek Hukum
6) Aspek Teologi
7) Aspek Filsafat
8) Aspek Tasawuf/Mistisisme
9) Aspek Pembaharuan
10) Aspek Ilmu Pengetahuan
VII. Buku Rujukan
Muhammad Syaltut, Islam, Akidah wa Syari’ah,
M. Yusuf Musa, Islam Suatu Kajian Komprehensif,
Abuddin Nata, Metodologi Studi Islam, 2001
Amin Abdullah, Studi Agama Normativitas atau Historisitas, 1996
Atho’ Muzhar, Pendekatan Studi Islam dalam Teori dan Praktek, 1998
Endang Saifuddin Anshari, Wawasan Islam, 1999
Harun Nasution, Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya
VIII. Evaluasi
Evaluasi dilakukan dengan kegiatan berikut:
1. Makalah kelompok 25%
2. Aktivitas individual 10%
3. Ujian mid semester 25%
4. Ujian akhir semester 40%
SILABUS MATA KULIAH
FAKULTAS USHULUDDIN IAIN IMAM BONJOL PADANG
Informasi Umum
Mata Kuliah : HADIS I
Konsentrasi : Akidah Filsafat
Program Studi : S.1
Jumlah SKS : 2 SKS
Dosen : 1. Dr. Ali Sati, M. Ag.
2. Maizuddin, M. Ag.
I. Sinopsis Mata Kuliah
Mata kuliah ini mengkaji hadis-hadis Nabi tentang persoalan berkaitan dengan keimanan (Iman, Islam dan Ihsan), realisasi iman dalam kehidupan sosial, etika muamalah dan kepemimpinan dan lain-lainnya beserta syarh-syarh (komentar-komentar) dari ulama hadis.
II. Kompetensi
1. Memahami hadis-hadis Nabi tentang persoalan keimanan dan realiasasinya dalam kehidupan sosial
2. Mendeskripsikan beberapa komentar terhadap hadis-hadis dalam persoalan keimanan dan realiasasinya dalam kehidupan sosial
3. Mengembangkan komentar-komentar ulama terhadap hadis-hadis dalam persoalan keimanan dan realiasasinya dalam kehidupan sosial.
III. Indikator Kompetensi
1. Mampu mengungkapkan dan menerjemahkan hadis-hadis tentang persoalan bidang keimanan dan realiasasinya dalam kehidupan sosial.
2. Mampu mendeskripsikan syarh-syarh yang ditulis ulama hadis mengenai hadis-hadis yang meliputi persoalan keimanan dan realiasasinya dalam kehidupan sosial.
3. Mampu menggali dan mengembangkan lebih jauh hadis-hadis tentang persoalan keimanan dan realiasasinya dalam kehidupan sosial.
IV. Strategi Perkuliahan
Dalam beberapa pokok bahasan perkuliahan disampaikan dalam bentuk presentasi dan ceramah. Di samping itu, peran aktif mahasiswa diusahakan, baik dalam bentuk penugasan-penugasan maupun tanya jawab dalam pokok bahasan yang dibicarakan.
V. Topik / Sub Topik
1. Keimanan: Hubungan Iman, Islam Dan Ihsan (Lm: 5), Berkurangnya Iman Dan Islam (Lm: 36)
2. Realisasi Iman Dalam Kehidupan Sosial: Cinta Sesama Muslim Sebagian Dari Iman (Lm: 28/An: 4), Ciri Seorang Muslim Tidak Mengganggu Orang Lain (Rs 211/An: 3), Realisasi Iman Dalam Menghadapi Tamu, Ketetanggan Dan Bertutur Kata (Lm: 29/An: 47)
3. Iklhas Beramal: Niat/Motivasi Beramal (Rs: 1), Menjauhi Perbuatan Riya/Syirik Kecil (Bm: 512)
4. Tingkah Laku Terpuji: Pentingnya Akhlak (Rs: 625), Kejujuran Membawa Kebaikan (Lm: 1675), Orang Yang Jujur Mendapat Pertolongan Allah (An: 19)
5. Tingkah Laku Tercela: Larang Buruk Sangka (Lm: 1660), Ghibah (Rs: 1523)
6. Dosa-Dosa Besar: Menyekutukan Tuhan (Lm: 55), Tujuh Macam Dosa-Dosa Besar (Lm: 56)
7. Etos Kerja: Pekerjaan Yang Paling Baik (Bm: 801), Larangan Meminta-Minta (Lm: 612), Mukmin Yang Kuat Mendapat Pujian (Bm 1555/An: 88)
8. Tanggung Jawab Kepemimpinan: Setiap Muslim Adalah Pemimpin (Lm: 1199), Pemimpin Adalah Pelayan Masyarakat (Lm: 1200), Batas Ketaatan Kepada Pemimpin (Lm: 205)
9. Larangan Korupsi Dan Kolusi: Larangan Menyuap (Bm: 1425), Larangan Pejabat Menerima Hadiah (Lm: 1202)
10. Larangan Monopoli Dan Menimbun Barang: Larangan Monopoli (Lm: 828), Larangan Menimbun Barang (Rs: 834)
VI. Referensi
1. Muhammad Muad Abd al-Baqi, Al-Lu’lu wa al-Marjan, Dar al-Fikr, Beirut, tt. (LM)
2. Al-Nawawi, Riyadh al-Shalihin, Dar al-Kitab al-Arabi, Mesir, 1955 (RS)
3. _____________, Syarh Shahih Muslim.
4. Al-Baghawi, Syarh al-Sunnah.
5. Musa Syahid al-Rasyid dan Abd al-’Al Ahmad Abd al-’Al, Al-Manhal al-Hadits fi Syarh al-Hadits
6. Abu Zakaria Yahya al-Nawawi, al-Minhâj Syarh Shahîh Muslim ibn al-Hajjaj, Dar al-Ihya al-Turats al-‘Arabi, Beirut, 1392 H, Juz II, VI
7. Ahmad ibn Hajar ibn ‘Ali ibn Hajar Abu al-Fadhl al-‘Asqalani, Fath al-Bârî Syarh Shahîh al-Bukhârî, Dar al-Ma’rifah, Beirut, 1379 H., Juz I, XIII
8. Muhammad ibn Abd al-Rahman ibn ‘Abd al-Rahim al-Mubarakfuri , Tuhfah al-Ahwazi bi Syarh Jami’ al-Tirmidzi, Dar al-Kutub al-‘Ilmiah, Beirut, t.th, Juz V
9. Musa Syahid al-Rasyid dan Abd al-’Al Ahmad Abd al-’Al, Al-Manhal al-Hadits fi Syarh al-Hadits
VII. Evaluasi
Evaluasi dilakukan dengan kegiatan berikut:
1. Makalah kelompok 15%
2. Aktivitas individual 20%
3. Ujian mid semester 30%
4. Ujian akhir semester 35%
SILABUS
I. Identitas Mata Kuliah
1. Nama Mata Kuliah : Metodologi Pemahaman Hadis
2. Fakultas/Jurusan : Ushuluddin/ Tafsir Hadis
3. Kode/SKS : /2 SKS
4. Tim Dosen : Prof. Edi Safri
Maizuddin, M.Ag.
II. Sinopsis Mata Kuliah
Mata kuliah ini berisi uraian tentang metodologi dan pendekatan dalam memahami hadis-hadis Nabi, berkaitan dengan pengertian metodologi dan pendekatan pemahaman hadis, bentuk dan redaksi hadis-hadis, posisi Nabi dalam menyampaikan hadis, ilmu bantu dalam memahami hadis, serta metode dan pendekatan yang dapat digunakan dalam memahami hadis-hadis Nabi.
III. Kompetensi Umum Mata Kuliah
Setelah mengikuti perkuliahan satu semester, mahasiswa diharapkan mampu:
1. Memahami pentingnya metodologi dan pendekatan dalam memahami hadis-hadis Nabi sehingga tidak terjebak dalam pemahaman yang tekstualis dan tidak terjebak dalam pemahaman yang liberalis.
2. Menjelaskan bentuk-bentuk redaksi hadis yang disampaikan oleh Nabi dalam kaitannya dengan dialog dan pengajaran.
3. Menjelaskan beberapa posisi Nabi dalam menyampaikan hadis-hadis sebagai ajaran meliputi: Nabi sebagai Rasul dan Nabi sebagai Manusia biasa.
4. Menjelaskan beberapa metode dan pendekatan yang dapat digunakan dalam memahami hadis-hadis Nabi berupa: pendekatan tekstual, kontekstual, tematis korelatif, dan pendekatan bersifat pilihan.
IV. Strategi Belajar
Dalam beberapa pokok bahasan seperti pengertian metodologi pemahaman hadis, maka disampaikan dalam bentuk cermah. Di samping itu, peran aktif mahasiswa diusahakan, baik dalam bentuk penugasan-penugasan maupun tanya jawab dalam pokok bahasan yang dibicarakan.
Kemampuan bekerja dalam kelompok juga diusahakan melalui tugas menyiapkan makalah kelompok. Tugas ini harus diperbaiki kembali berdasarkan masukan pada waktu seminar atau tatap muka dalam judul yang bersangkutan.
V. Pokok Bahasan
1. Pendahuluan: Pengantar, tujuan, sistem perkuliahan dan tugas-tugas.
2. Pengertian, Urgensi dan Sejarah Perkembangan Metodologi Pemahaman Hadis
3. Ragam Bentuk Redaksi Hadis: Dialog dan Pengajaran
4. Posisi Nabi dalam Menyampaikan Hadis: Rasul dan Manusia Biasa
5. Beberapa Ilmu Bantu: Ilmu Bahasa, Ilmu-ilmu Hadis yang Terkait, Ilmu-ilmu Sosial dan Humaniora
6. Pendekatan Tekstual: Pendetakan Kebahasaan dan Ushul Fiqh
7. Pendekatan Kontekstual: Konteks Redaksional, Historis, Sosiologis dan Antropologis serta Kontekstulisasi Makna
8. Pendekatan Tematis Korelatif
9. Pendekatan Tanawwu’ al-Ibadah
10. Pendekatan Tarjih
11. Pendekatan Nasakh
VI. Buku Rujukan
Abu Zahrah, Muhammad, Ushul al-Fiqh, Dar al-Fikri, al-Arabi, t.t
Buchari M, Metode Pemahaman Hadis: Sebuah Kajian Hermeneutik, Nuansa Madani, Jakarta, 1999
Ghazali, Muhammad, Al-Sunnah al-Nabawiyah Baina Ahl al-Fiqh wa Ahl al-Hadits, Kairo, 1999
Ismail, M. Syuhudi, Hadis Nabi Yang Tekstual dan Kontekstual, Telaah Ma’ani al-Hadits Tentang Ajaran Islam yang Universal, Temporal dan Lokal, Bulan Bintang, Jakarta, 1994
‘Itr, Nuruddin, Manhaj al-Naqdi fi ‘Ulum al-Hadits, Dar al-Fikri, Damsyiq, t.t.
Khathib, Muhammad ‘Ajjaj, Ushul al-Hadits: Ulumuh wa Musthalahuh, Dar al-Fikr, 1999
Maizuddin, Metodologi Pemahaman Hadis, Hayfa Press, Padang, 2008
Qardhawi, Yusuf, al-Madkhal li Dirasat al-Sunnah al-Nabawiyah, Maktabah al-Wahbah, al-Qahirah, t.t
_____, Kaifa Nata’amal ma’a al-Sunnah al-Nabawiyah, Al-Manshur, 1980
Safri, Edi, Al-Imam al-Syafi’i, Metode Penyelesaian Hadis-Hadis Mukhtalif, IAIN IB Press, Padang, 1999
Zulheldi, Memahami Hadis-Hadis yang Bertentangan, Nuansa Madani, Jakarta, 2001
VII. Tugas
Tugas Terstruktur
Setiap kelompok berkewajiban menyiapkan makalah yang ditugaskan kepadanya. Makalah harus diberikan satu sebelum perkuliahan berlansung.
Tugas Mandiri
Masing-masing mahasiswa menyiapkan essay yang diedit dari perkuliahan, diskusi dan rujukan-rujukan dari buku lain.
VIII. Evaluasi
Evaluasi dilakukan dengan kegiatan berikut:
1. Makalah kelompok 15%
2. Aktivitas individual 20%
3. Ujian mid semester 30%
4. Ujian akhir semester 35%