Kuliah Kerja Nyata (KKN)

Selesai sidang skripsi, saya mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN). Saya merasa lega karenanya, tinggal mengikuti KKN, mata kuliah yang belum saya ambil.  Lokasi KKN kami bertempat di desa Pelandok Tunong Kab. Aceh Pidie.  Di desa itu, kami ditempatkan sebanyak 3 orang, yaitu saya sendiri, Hilmi dan Kak Sarwani. Tiba di lokasi KKN sudah sore, dan kebetulan di muhalla sedang ada kegiatan masyarakat.  Kami langsung di bawa ke mushalla dan dipersilakan memperkenalkan diri. Saya ditunjuk mewakili teman-teman memperkenalkan kelompok kami. Satu hal yang menjadi perhatian bagi saya adalah, tutup kepala yang digunakan ibu-ibu hampir semuanya dari kain panjang batik. Ini menarik perhatian saya karena, ini baru pertama kelihatan oleh saya. Di tempat saya para ibu-ibu biasanya menutup kepala dengan kain selendang.

Satu minggu saya pertama di lokasi KKN sangat terasa lama, apalagi KKN sampai dua bulan lamanya. Hal ini ternyata juga dirasakan oleh teman-teman saya. Mungkin karena belum begitu intens bergaul dengan masyarakatnya. Kami umumnya bergaul dengan masyarakat pada sore dan malam hari, karena pada siang hari masyarakat semuanya ke ladang masing-masing. Baru sore hari dan malam setelah shalat Maghrib biasanya berkumpul di balai-balai (tempat duduk-duduk di samping mushalla).

Adalah hal yang unik di desa ini, yaitu mereka melewatkan waktu shalat Isya berjamaah. Pertama kali saya duduk-duduk bersama masyarakat di balai-balai itu setelah shalat Maghrib sambil membincang berbagai hal. Ketika waktu Isya masuk, tidak ada yang beranjak ke mushalla, bahkan di antara kami terdapat orang tua yang menjadi imam di mushalla tersebut. Begitu juga pada hari-hari berikutnya. Mungkin mereka mengamalkan salah satu pendapat imam mazhab yang menyatakan “disukai oleh Nabi dalam mengakhirkan Shalat Isya”.

Bagi saya ketika melihat hal ini pertama kalinya, saya merasa heran. Saya hampir saja melaksanakan azan ketika masuk waktu Isya. Tetapi tidak jadi saya laksanakan, karena saya harus berhati-hati dengan tradisi keagamaan yang sudah dipraktekan. Karena ini menyangkut sesuatu yang sangat sensitif. Saya merujuk beberapa hadis dan ternyata memang digunakan oleh sebagian imam mazhab.

Menjalang satu bulan saya dan teman-teman di sana, saya mulai merasa kerasan. Karena di samping masyarakatnya ramah, kami pun sudah mulai mengisi hari-hari kami dengan berbagai kegiatan. Di antara kegaiatan yang kami laksanakan adalah: membenahi administrasi pemerintahan desa dengan melengkapi data dan memberi papan nama jalan dan lembaga-lembaga yang ada di desa. Di samping itu juga kami membantu dan membenahi pengajaran al-Qur’an dengan sistem Iqra’, mengadakan berbagai perlombaan dan pertandingan antar pemuda dan beberapa kegiatan lainnya.

Seiring dengan perjalanan waktu, saya pun sudah mulai memiliki banyak teman. Saya sengaja mencari teman. Bahkan salah satu media yang saya gunakan adalah merokok. Saya membeli beberapa bungkus rokok, padahal saya tidak merokok. Setiap kali duduk di balai desa saya mengeluarkan rokok. Tetapi, ternyata ketahuan juga bahwa saya bukan orang perokok. Mereka menjelaskan bahwa gaya saya merokok aneh bagi orang yang biasa merokok. Demikian pula salah seorang orang tua dan sekaligus imam di mushalla, Tengku Abdurrahman, pun yang semula tanpak meremehkan kami, kemudian  menjadi sangat akrab dengan kami. Kami dibawa meninjau daerah di sekitar desa Peulandok Tunong.  Dua minggu lagi menjelang kami kembali ke kampus musim durian pun tiba. Kami sering diberikan durian oleh masyarakat desa Peulandok Tunong. Hari-hari yang awalnya terasa sangat panjang dan kami ingin kembali ke kampus secepatnya sudah tidak ada dalam benak saya lagi.  Bahkan ketika saya meninggalkan desa ini, ada perasaan sedih dan sekaligus juga gembira.

Padang,  Akhir Maret 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s